Semarang, 26 Mei 2026 — Universitas Diponegoro kembali memperkuat jejaring akademik internasional melalui kegiatan Undip Global Classroom (UGC) yang diselenggarakan pada Selasa, 12 Mei 2026 dan 19 Mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan narasumber internasional, Dr. Muhammad Nizdhom Zainol Abidin, dari Universiti Malaya, Malaysia dengan topik presentasi Materi Atomic Emission Spectroscopy (AES) dan Atomic Fluoresense Spectroctroscopy (AFS)
Kegiatan akademik internasional secara online ini dipandu oleh Dr. Retno Ariadi Lusiana, M.Si. sebagai PIC sekaligus moderator diskusi. Acara berlangsung interaktif dengan partisipasi dosen, peneliti, dan mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada bidang instrument terkhusus peralatan spektrometri Tingkat lanjut.
Dalam pemaparannya, Dr Nizdhom, menjelaskan perkembangan terkini intrumen spektroskopi baik secara teori maupun aplikasi di bidang material. Atomic Emission Spectroscopy (AES) adalah metode analisis kimia yang memanfaatkan intensitas cahaya yang dipancarkan oleh atom atau ion tereksitasi untuk menentukan konsentrasi suatu unsur dalam sampel. Secara umum, instrumentasi AES terdiri dari komponen utama berupa sumber eksitasi (seperti Inductively Coupled Plasma/ICP atau nyala api) yang berfungsi mengubah sampel menjadi uap atom dan memberikan energi untuk mengeksitasi elektron ke tingkat energi yang lebih tinggi. Ketika elektron tersebut kembali ke keadaan dasar, mereka memancarkan cahaya pada panjang gelombang yang spesifik untuk setiap unsur. Cahaya polikromatis ini kemudian dilewatkan ke komponen monokromator atau spektrometer untuk dipisahkan berdasarkan panjang gelombangnya, sebelum akhirnya intensitasnya diukur oleh detektor (seperti Photomultiplier Tube/PMT atau detektor CCD) dan diproses menjadi data kuantitatif oleh sistem komputer.
Atomic Fluorescence Spectroscopy (AFS) adalah metode analisis spektroskopi yang mengukur intensitas cahaya fluoresensi yang dipancarkan oleh atom dalam keadaan gas setelah mereka menyerap radiasi elektromagnetik. Secara instrumentasi, sampel terlebih dahulu diubah menjadi uap atom oleh sumber atomisasi (biasanya berupa nyala api atau inductively coupled plasma). Atom-atom bebas tersebut kemudian dieksitasi menggunakan sumber radiasi intensitas tinggi, seperti lampu katoda berongga (HCL) atau laser, yang diposisikan membentuk sudut tegak lurus ($90^\circ$) terhadap detektor guna meminimalkan interferensi dari sumber cahaya utama. Ketika elektron yang tereksitasi kembali ke tingkat energi yang lebih rendah, mereka memancarkan foton fluoresensi yang kemudian dipisahkan oleh monokromator berdasarkan panjang gelombangnya dan diukur intensitasnya oleh detektor untuk menentukan konsentrasi unsur secara sangat sensitif, terutama pada analisis logam kelumit (trace metals) seperti merkuri (Hg) dan arsenik (As).
Dr. Retno Ariadi Lusiana, M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan Global Classroom menjadi bagian dari komitmen Universitas Diponegoro dalam memperluas kolaborasi internasional, meningkatkan atmosfer akademik global, serta memperkuat pengembangan riset multidisiplin di bidang biomaterial dan sistem penghantaran bahan aktif.
Diskusi berlangsung dinamis melalui sesi tanya jawab yang membahas peluang kolaborasi riset, pengembangan teknologi AES dan AFS untuk pemeblajaran dan penelitian, serta tantangan penggunaan alat di masa mendatang. Kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama akademik dan penelitian antara Universitas Diponegoro dan Universiti Malaya, Malaysia, khususnya pada bidang penelitian dan Pendidikan.
Dokumentasi Kegiatan 12 Mei 2026

Dokumentasi Kegiatan 19 Mei 2026

