Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Departemen Kimia Universitas Diponegoro Laksanakan Pengabdian Masyarakat di PP Al-Mahbubiyah Sleman melalui Pelatihan Pembuatan Kerupuk Ikan Lele

Sleman – Tim dosen dari Departemen Kimia, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Pondok Pesantren Al‑Mahbubiyah, Sleman, pada hari Rabu, 29 April 2026. Tim tersebut terdiri dari Dr. Marcelinus, Prof. Gunawan, Dr. Retno, Didik SW, M.Si., dan Linda Suyati M.Si. Kegiatan ini mengusung tema “Pembuatan Kerupuk Ikan Lele untuk Pengentasan Kemiskinan dan Penguatan Ketahanan Pangan Santri PP Al‑Mahbubiyah Sleman.

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri dalam mengolah ikan lele menjadi produk pangan bernilai tambah yang berpotensi dikembangkan sebagai usaha mandiri pesantren. Kegiatan diikuti oleh 27 orang santri dan pengelola pondok pesantren yang menunjukkan antusiasme tinggi sejak awal hingga akhir kegiatan.

Ketua tim pengabdian, Dr. Marcelinus Christwardana, menjelaskan bahwa pemilihan ikan lele sebagai bahan baku didasarkan pada ketersediaannya yang melimpah, kandungan gizi yang tinggi, serta biaya produksi yang relatif terjangkau.

Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong santri agar mampu memanfaatkan potensi lokal menjadi produk pangan olahan yang tidak hanya bergizi, tetapi juga memiliki peluang ekonomi,” ujarnya.

Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam dua sesi utama. Sesi pertama berupa presentasi materi, yang membahas potensi ikan lele sebagai sumber protein, tahapan pembuatan kerupuk ikan lele, serta peluang usaha dan pemasaran produk olahan ikan. Materi disampaikan secara interaktif dan dilanjutkan dengan sesi diskusi, di mana santri aktif mengajukan pertanyaan terkait proses produksi dan pengembangan usaha.

Memasuki sesi kedua, tim pengabdian melakukan demonstrasi langsung (demo masak) pembuatan kerupuk ikan lele. Dalam sesi ini, santri dilibatkan secara langsung mulai dari proses pembersihan ikan lele, penghalusan daging, pembuatan adonan, pengukusan, pengirisan, hingga proses penggorengan kerupuk. Metode praktik langsung ini bertujuan agar santri memperoleh pengalaman nyata dan mampu mempraktikkan keterampilan tersebut secara mandiri di kemudian hari.

Salah satu peserta kegiatan, Fahri, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi santri.

Biasanya ikan lele hanya dimasak untuk lauk sehari-hari. Dari kegiatan ini, kami jadi tahu bahwa ikan lele bisa diolah menjadi kerupuk yang enak dan bisa dijual,” tuturnya.

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa santri mampu memahami dan mempraktikkan proses pembuatan kerupuk ikan lele dengan baik. Produk kerupuk yang dihasilkan memiliki tekstur renyah dan cita rasa yang disukai peserta. Selain itu, beberapa santri menyampaikan ide pengembangan variasi rasa sebagai inovasi produk ke depan.

Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berharap keterampilan yang diperoleh santri dapat menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian ekonomi pesantren, sekaligus mendukung ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal. Ke depan, tim juga mendorong adanya pendampingan lanjutan agar produk kerupuk ikan lele dapat dikembangkan secara berkelanjutan sebagai unit usaha pesantren.