Tim Pengabdian Departemen Kimia UNDIP Edukasi Gizi Seimbang dan Cara Belajar Efektif kepada Siswa SDN Kalirejo 02 Ungaran Timur

Semarang – Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Departemen Kimia, Fakultas Sains dan Matematika (FSM), Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan kegiatan penyuluhan bertajuk “Penyuluhan Tentang Makanan Bergizi dan Cara Belajar Efektif kepada Siswa SDN Kalirejo 02 Ungaran Timur Kabupaten Semarang” pada 23 Juli 2026. Kegiatan berlangsung di SDN Kalirejo 02, sekolah dasar yang berjarak sekitar 16 kilometer dari Kampus UNDIP Tembalang dan dapat ditempuh sekitar 15–20 menit melalui jalan tol. Tim yang diterjunkan terdiri dari lima dosen, Pardoyo, Suhartana, Sriyanti, Mukhammad Asy’ari dan Damar Nurwahyu Bima dibantu enam mahasiswa Departemen Kimia UNDIP, Christofer Rafael Valerian Tarigan, Rizky Cendikia, Izaaz Bariq Fajar, Sulthan Muhammad Rizky, Indah Latipah dan Hana Fakhirah.

Kegiatan ini menyasar siswa kelas 6 SDN Kalirejo 02 yang tengah bersiap menghadapi ujian maupun tes kemampuan akademik. Sebanyak 36 siswa mengikuti rangkaian penyuluhan dengan antusias, didampingi para guru dan pihak sekolah. Melalui kegiatan ini, tim berharap siswa memperoleh bekal pengetahuan sekaligus motivasi agar dapat tumbuh sehat dan berprestasi di jenjang pendidikan berikutnya.

Ketua tim pengabdian, Pardoyo menjelaskan bahwa tema ini dipilih karena persoalan gizi pada anak usia sekolah di Indonesia masih memerlukan perhatian serius, tecermin dari angka stunting yang meski menurun dari 21,6 persen pada 2023 menjadi 18,8 persen pada 2025, namun belum sepenuhnya teratasi.

“Mahasiswa dan dosen Kimia memiliki potensi besar sebagai agen edukasi, tidak hanya menyampaikan ilmu tentang gizi, tetapi juga berbagi cara belajar yang efektif agar anak-anak lebih siap menghadapi persaingan pendidikan ke depan,” ujarnya.

Tim pengabdian menyoroti bahwa kekurangan gizi pada siswa sekolah dasar berdampak langsung pada semangat belajar, karena mengganggu fungsi otak, membuat anak mudah mengantuk, sulit berkonsentrasi, dan menurunkan daya tangkap dalam belajar. Di sisi lain, kebiasaan belajar yang kurang tepat, seperti sistem kebut semalam menjelang ujian, turut memicu stres dan menurunkan hasil belajar siswa. Kedua persoalan inilah yang menjadi dasar penyusunan materi penyuluhan.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan memanfaatkan pamflet, tayangan presentasi, dan video edukasi yang dirancang agar mudah dipahami siswa sekolah dasar. Materi gizi disampaikan melalui penjelasan mengenai empat kelompok zat gizi, yaitu zat tenaga dari karbohidrat dan lemak sehat, zat pembangun dari protein hewani maupun nabati, zat pengatur dari vitamin dan mineral, serta serat yang penting bagi pencernaan. Selain edukasi gizi, siswa juga diperkenalkan pada sejumlah teknik belajar efektif, seperti teknik Pomodoro yang membagi waktu belajar dalam interval 25 menit diselingi istirahat singkat, serta metode active recall dan pengulangan berkala (spaced repetition) untuk memperkuat daya ingat. Para siswa tampak antusias mempraktikkan simulasi teknik Pomodoro yang dipandu langsung oleh tim pengabdian.

Salah satu siswa kelas 6, Fandi, mengaku mendapat wawasan baru dari kegiatan ini. “Saya baru tahu kalau jajan sembarangan bisa bikin susah konsentrasi belajar. Sekarang saya mau coba cara belajar pakai waktu 25 menit terus istirahat,” ujarnya.

Kepala sekolah dan para guru turut menyambut baik kegiatan ini dan berharap edukasi semacam ini dapat terus berlanjut. Pihak sekolah menilai penyuluhan yang dikemas secara interaktif mampu membuat siswa lebih mudah menyerap materi dibandingkan metode ceramah konvensional.

Melalui kegiatan pengabdian ini, tim dari Departemen Kimia UNDIP berharap dapat terus berkontribusi dalam mendukung tumbuh kembang dan prestasi belajar anak-anak usia sekolah, sekaligus menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat.