GO GREEN 2026: Mahasiswa Kimia UNDIP Tanam 1.000 Mangrove untuk Dukung Konservasi Pesisir Pantai Mangunharjo

Semarang, 20 Juni 2026 –  Mahasiswa Kimia Universitas Diponegoro melalui Program Kelompok Mahasiswa Sustainable Development Goals (SDGs) sukses menyelenggarakan kegiatan GO GREEN 2026 di Pantai Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pelestarian lingkungan pesisir melalui aksi penanaman mangrove dan edukasi konservasi lingkungan.

Kegiatan GO GREEN 2026 dilaksanakan sebagai respons terhadap berbagai permasalahan lingkungan yang dihadapi kawasan pesisir, seperti abrasi, pencemaran lingkungan, dan dampak perubahan iklim. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya mengambil peran aktif dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir sekaligus mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 14 (Ekosistem Lautan), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan).

Peserta kegiatan melaksanakan penanaman sebanyak 1.000 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata pada kawasan pesisir yang rentan terhadap abrasi. Jenis mangrove ini dipilih karena memiliki kemampuan adaptasi yang baik pada lingkungan pesisir berlumpur, mampu menahan abrasi, serta berperan penting dalam penyerapan karbon dan menjaga kualitas lingkungan pantai.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan GO GREEN 2026 mengedepankan pendekatan edukatif dan partisipatif. Selain melakukan penanaman mangrove secara langsung, para peserta juga memperoleh pemahaman mengenai peran penting ekosistem mangrove dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Keterlibatan aktif mahasiswa bersama masyarakat setempat menjadi wujud kolaborasi nyata dalam mendukung upaya konservasi lingkungan yang berkelanjutan. 

Selain memberikan manfaat ekologis berupa perlindungan pantai dari abrasi dan peningkatan kualitas habitat pesisir, penanaman mangrove juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang lebih lestari.