Mengubah limbah komoditas bawang merah menjadi bahan baku bermutu melalui penerapan kimia bahan alam dan standardisasi proses
Brebes, 7 Agustus 2026 – Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Matematika (FSM), Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat Internasional di Kabupaten Brebes dengan mengangkat potensi kulit bawang merah sebagai bahan baku bernilai tambah.
Kegiatan bertajuk “Penerapan Standar Kerja Penyediaan Bubuk Kulit Bawang Merah Bermutu sebagai Bahan Baku Kandidat CRM Kuersetin Berbasis Kelompok Tani” merupakan bagian dari program SDGs International Community Service dengan tema “Application of Natural Products Organic Chemistry and Biochemistry” pada Program World Class University (WCU) Fakultas Sains dan Matematika UNDIP Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara luring di FSM UNDIP dan Kabupaten Brebes pada 5–7 Agustus 2026.
Kulit Bawang Merah sebagai Sumber Bahan Alam Bernilai Tambah
Kabupaten Brebes dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil bawang merah. Sejalan dengan tingginya aktivitas produksi, kulit bawang merah menjadi salah satu bagian yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Melalui pendekatan kimia organik bahan alam, kulit bawang merah diarahkan untuk tidak sekadar menjadi limbah, tetapi menjadi sumber bahan baku yang memiliki nilai tambah. Salah satu senyawa yang menjadi perhatian adalah kuersetin (quercetin), yaitu senyawa flavonoid yang terdapat pada kulit bawang merah.
Kegiatan ini secara khusus diarahkan pada penerapan standar kerja dalam penyediaan bubuk kulit bawang merah bermutu sebagai bahan baku untuk pengembangan kandidat Certified Reference Material (CRM) kuersetin.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan kepakaran Kimia Bahan Alam di perguruan tinggi dengan potensi sumber daya lokal di masyarakat.
Melibatkan 50 Anggota Kelompok Tani
Kegiatan melibatkan sekitar 50 anggota kelompok tani di Kabupaten Brebes. Peserta mendapatkan pendampingan mengenai penanganan bahan baku kulit bawang merah, teknik pengeringan, pengendalian mutu, serta pengemasan dan penyimpanan.
Proses pengolahan diarahkan agar bahan yang diperoleh memiliki karakteristik yang lebih seragam dan dapat digunakan sebagai bahan baku untuk proses penelitian lebih lanjut.
Hasil pendampingan diwujudkan dalam produk Kulit Bawang Merah Kering Brebesia (Dried Shallot Peel) dengan identitas asal Brebes, Jawa Tengah. Produk tersebut dikembangkan sebagai bahan untuk penelitian, edukasi, dan pewarna alami, sekaligus menjadi bentuk awal hilirisasi potensi kulit bawang merah sebagai sumber bahan alam.
Penerapan Standar Mutu dari Bahan Baku hingga Produk
Salah satu aspek penting dalam kegiatan adalah pengenalan prinsip bahwa kualitas produk bahan alam ditentukan sejak tahap bahan baku.
Peserta didampingi untuk memahami pentingnya pemilihan dan penanganan kulit bawang merah, proses pengeringan yang tepat, hingga pengemasan dan penyimpanan. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan konsistensi mutu bahan yang dihasilkan kelompok tani.
Kegiatan tersebut juga mencakup evaluasi hasil praktik dan diskusi mengenai kendala yang ditemukan selama proses. Selanjutnya dilakukan penyempurnaan SOP pengeringan, pengemasan, dan penyimpanan produk.
Memperkuat Kolaborasi Internasional
Program pengabdian ini juga memperkuat jejaring internasional UNDIP melalui keterlibatan Prof. Associate Dr. Mohd Hafiz Abd. Majid dari Fakulti Sains dan Teknologi, Universiti Malaysia Sabah sebagai narasumber.
Materi yang disampaikan meliputi peningkatan kualitas produk, teknik pengeringan, dan keamanan pangan. Kegiatan juga dilengkapi dengan demonstrasi teknik pengeringan yang tepat untuk menjaga mutu produk.
Kolaborasi tersebut memberikan perspektif internasional dalam penerapan standar pengolahan bahan alam sekaligus memperkuat implementasi program WCU melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Dari Riset Kimia Bahan Alam Menuju Hilirisasi
Kegiatan di Brebes memperlihatkan peran Program Studi Kimia dalam membawa pengetahuan dan teknologi hasil pengembangan akademik lebih dekat dengan masyarakat.
Pemanfaatan kulit bawang merah sebagai bahan baku kandidat CRM kuersetin mempertemukan tiga aspek penting, yaitu potensi komoditas lokal, keilmuan kimia bahan alam, dan kebutuhan standardisasi bahan untuk penelitian.
Melalui kegiatan ini, Prodi Kimia UNDIP mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih produktif sekaligus memperkuat ekosistem riset dan pengabdian yang berorientasi pada hilirisasi dan kebermanfaatan masyarakat.
Kegiatan tersebut juga selaras dengan arah pengabdian UNDIP yang menekankan pemanfaatan budaya dan sumber daya lokal untuk menghasilkan keluaran yang berhasil guna dan berdaya guna.

Tim Program Studi Kimia UNDIP bersama kelompok tani Kabupaten Brebes melakukan praktik penyiapan kulit bawang merah sebagai bahan baku bermutu kandidat CRM kuersetin.

Tim UNDIP bersama kelompok tani menunjukkan produk Kulit Bawang Merah Kering Brebesia hasil pendampingan. Produk dikembangkan sebagai bahan penelitian, edukasi, dan pewarna alami.