Kegiatan UNDIP Global Classroom UGC pada mata kuliah Teknik Dasar Bioteknologi dilaksanakan secara hibrida, luring dan daring sebagai bagian dari penguatan wawasan internasional dan pengembangan kompetensi akademik mahasiswa dalam bidang biokimia. Pelaksanaan kegiatan ini pada hari Selasa, 28 April 2026.Kegiatan ini menghadirkan narasumber internasional, yaitu Dr. Yosie Andriani, S.Si., M.Si., dari Higher Institution Centre of Excellence (HICoE), Institute of Climate Adaptation and Marine Biotechnology (ICAMB) – Universiti Malaysia Terengganu, dengan judul “Promising Selected Coastal Plants as Antibacterial Agent and Its Application”.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara hibrida: mahasiswa peserta kuliah Teknik Dasar Biomolekuler ada di kelas, sedangkan pembicara dan peserta di luar kuliah melalui platform konferensi virtual yang memungkinkan mahasiswa dan dosen mengikuti pembelajaran secara interaktif meskipun berada di lokasi yang berbeda. Dalam pemaparannya, Dr. Yosie menjelaskan potensi berbagai tanaman pesisir sebagai sumber senyawa antibakteri alami yang dapat dimanfaatkan dalam bidang kesehatan, pangan, maupun bioteknologi lingkungan. Materi yang disampaikan mencakup kandungan bioaktif tanaman pesisir, mekanisme kerja senyawa antibakteri, metode ekstraksi, hingga peluang aplikasinya dalam pengembangan produk berbasis bioteknologi.
Kegiatan ini memberikan wawasan baru kepada mahasiswa mengenai pentingnya eksplorasi sumber daya hayati pesisir sebagai alternatif antibakteri alami yang ramah lingkungan. Selain itu, mahasiswa juga memperoleh pemahaman mengenai perkembangan riset bioteknologi kelautan dan adaptasi iklim yang saat ini berkembang di tingkat internasional. Melalui sesi diskusi dan tanya jawab, mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan narasumber sehingga tercipta suasana pembelajaran yang aktif dan kolaboratif.
UNDIP Global Classroom ini menjadi salah satu bentuk implementasi internasionalisasi pendidikan tinggi yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran pada mata kuliah Teknik Dasar Biomolekuler. Kegiatan tersebut tidak hanya memperluas wawasan akademik mahasiswa, tetapi juga meningkatkan kemampuan komunikasi ilmiah, berpikir kritis, dan pemahaman terhadap isu-isu global dalam bidang bioteknologi dan lingkungan.
Secara keseluruhan, pelaksanaan UGC bersama Universiti Malaysia Terengganu berlangsung dengan baik dan memberikan pengalaman belajar internasional yang bermanfaat bagi mahasiswa. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai upaya memperkuat kolaborasi akademik, penelitian, dan pertukaran ilmu pengetahuan antara institusi pendidikan tinggi di tingkat global.
