Semarang, Juli 2026 – Departemen Kimia, Fakultas Sains dan Matematika (FSM), Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali memperkuat komitmennya dalam internasionalisasi pendidikan melalui penyelenggaraan International Summer Course dan International Summer Camp 2026. Kedua program ini menjadi wadah pertukaran ilmu pengetahuan, budaya, serta penguatan jejaring penelitian internasional di bidang kimia, khususnya kimia bahan alam dan instrumentasi analitik modern.
International Summer Course yang diselenggarakan pada 15–19 Juni 2026 diikuti oleh lebih dari 50 peserta, dengan hampir 50% merupakan peserta internasional. Peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia serta luar negeri, antara lain Universiti Malaysia Sabah (UMS), Universiti Malaysia Terengganu (UMT), Universiti Brunei Darussalam (UBD), dan Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS). Kegiatan ini juga menghadirkan profesor, dosen, dan peneliti dari universitas-universitas tersebut, bersama narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi mengenai perkembangan mutakhir di bidang kimia bahan alam, material maju, bioaktif, farmasi, nanoteknologi, serta pemanfaatan berbagai instrumen analitik modern dalam penelitian. Selain memperkaya wawasan akademik, kegiatan ini menjadi sarana memperluas jejaring kolaborasi riset dan publikasi internasional.
Sebagai kelanjutan dari kegiatan tersebut, Departemen Kimia FSM UNDIP juga menyelenggarakan International Summer Camp 2026 pada 13–16 Juli 2026 yang diikuti oleh 25 peserta, termasuk enam peserta internasional. Peserta berasal dari Universitas Diponegoro, Universiti Malaysia Sabah (UMS), Universitas Bengkulu (UNIB), dan Universitas Lampung (Unila).
Berbeda dengan Summer Course yang lebih menitikberatkan pada perkuliahan ilmiah, Summer Camp dirancang sebagai program experiential learning yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam melakukan penelitian bahan alam. Kegiatan diawali dengan pengenalan budaya Kota Semarang melalui kunjungan ke Sam Poo Kong, Lawang Sewu, dan Kota Lama Semarang, kemudian dilanjutkan dengan berbagai kegiatan laboratorium yang memperkenalkan alur penelitian bahan alam secara komprehensif.
Peserta memperoleh pengalaman mulai dari eksplorasi tanaman obat berbasis pengetahuan tradisional, teknik ekstraksi, isolasi dan pemurnian senyawa aktif, pemisahan menggunakan kromatografi, hingga karakterisasi menggunakan berbagai instrumen analitik modern seperti UV–Visible Spectrophotometer, FTIR, Thin Layer Chromatography (TLC), High Performance Liquid Chromatography (HPLC), Liquid Chromatography–Mass Spectrometry (LC–MS), Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC–MS), dan Nuclear Magnetic Resonance (NMR). Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan ilmiah ke Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu untuk mempelajari budidaya tanaman obat, pengembangan produk herbal, pengolahan minyak atsiri, serta proses hilirisasi hasil penelitian menuju produk yang bernilai ekonomi.
Ketua penyelenggara, Prof. Dr. Meiny Suzery, menyampaikan bahwa kedua program ini merupakan bagian dari upaya Departemen Kimia FSM UNDIP dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperluas kolaborasi akademik dan penelitian dengan berbagai institusi di tingkat nasional maupun internasional.
“Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat besar dan menjadi sumber daya penting bagi pengembangan obat bahan alam. Melalui program ini, kami ingin memperkenalkan kepada peserta bagaimana penelitian bahan alam dilakukan secara komprehensif, mulai dari pengetahuan tradisional, isolasi senyawa aktif, karakterisasi menggunakan instrumen modern, hingga potensi hilirisasinya menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Prof. Meiny Suzery.
Program ini diselenggarakan oleh tim Departemen Kimia FSM UNDIP yang diketuai oleh Prof. Dr. Meiny Suzery, dengan dukungan Nor Basid Adiwibawa Prasetya, Ph.D. dan Dr. Muhammad Badrul Huda, M.Sc. sebagai koordinator pelaksana. Selama kegiatan International Summer Camp, sesi praktik laboratorium didampingi oleh Prof. Dr. Bambang Cahyono sebagai fasilitator laboratorium, yang membimbing peserta dalam berbagai teknik penelitian kimia bahan alam, mulai dari ekstraksi, isolasi senyawa aktif, teknik kromatografi, interpretasi data spektroskopi, hingga pemanfaatan instrumen analitik untuk karakterisasi senyawa.
Melalui penyelenggaraan International Summer Course dan International Summer Camp 2026, Departemen Kimia FSM UNDIP berharap dapat terus memperkuat posisinya sebagai pusat unggulan pendidikan dan penelitian kimia di Indonesia, sekaligus memperluas jejaring kerja sama internasional dalam bidang kimia, farmasi, bahan alam, dan teknologi analitik modern. Program ini juga mendukung upaya Universitas Diponegoro dalam meningkatkan reputasi internasional melalui kolaborasi akademik, mobilitas mahasiswa dan dosen, serta pengembangan riset yang berdampak bagi masyarakat.