Kurikulum

oleh

Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi, bahan kajian, maupun bahan pelajaran serta cara penyampaiannya, dan penilaian yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi.

Kurikulum dirancang berdasarkan relevansinya dengan tujuan, cakupan dan kedalaman materi, pengorganisasian yang mendorong terbentuknya hard skills dan keterampilan kepribadian dan perilaku (soft skills) yang dapat diterapkan dalam berbagai situasi dan kondisi.

Capaian Pembelajaran Lulusan

Capaian Pembelajaran Lulusan sesuai dengan KKNI dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) serta Himpunan Kimia Indonesia (HKI).

  

Bahan Kajian

Berdasarkan Capaian Pembelajaran Lulusan yang telah dirumuskan di atas maka Bahan Kajian Program Studi Kimia disusun berdasarkan konsep bahwa ilmu kimia mempelajari Molekul dan mikromolekul serta terapannya pada sistem makromolekul (mikroskopik) dan sistem kimia (makroskopik).
Oleh karena itu bahan kajian dapat dikelompokkan dalam 3 kategori yaitu:

1. Inti keilmuan yang menjadi core pembelajaran ilmu kimia dan terbagi menjadi tiga
bagian:
A. Landasan teori (BK 1 -5)
B. Aplikasi (BK 6 – 13)
C. Analisis (BK 14 – 17)

2. Iptek Pendukung, merupakan bahan kajian pendukung yang menjembatani dan mendukung pembelajaran dari ilmu kimia, yaitu BK 18 – 27.

3. Ciri UNDIP, merupakan bahan kajian yang membekali lulusan untuk memiliki jati diri UNDIP yang COMPLETE (Communicator, mampu berkomunikasi secara lisan dan tertulis; Professional, bekerja sesuai dengan prinsip, pengembangan berdasar prestasi dan menjujunjung tinggi kode etik; Leader, adaptif, tanggap terhadap lingkungan, proaktif, motivator, kerjasama; Entrepreneur, etos kerja tinggi, ketrampilan berwirausaha, inovatif, kemandirian; Thinker (berfikir kritis, belajar sepanjang hayat, peneliti, Educator (mampu menjadi agen of change), yaitu BK 28 – 34.

Seluruh Bahan Kajian tersebut disajikan dalam tabel berikut: